Sabtu, 12 Mei 2012

Jogja Doeloe

Sebulan setelah ditandatanganinya Perjanjian Giyanti tepatnya hari Kamis Pon tanggal 29 Jumadilawal 1680 atau 13 Maret 1755, Sultan Hamengku Buwana I memproklamirkan berdirinya Kasultanan Ngayogyakarta
Hadiningrat dengan ibukota Ngayogyakarta dan memiliki separuh dari wilayah Kerajaan Mataram. Proklamasi ini terjadi di Pesanggrahan Ambarketawang dan dikenal dengan peristiwa Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram – Ngayogyakarta. Pada hari Kamis Pon tanggal 3 sura 1681 atau bertepatan dengan tanggal 9 Oktober 1755, Sri Sultan Hamengku Buwana I memerintahkan untuk membangun Kraton Ngayogyakarta di Desa Pacethokan dalam Hutan Beringan yang pada awalnya bernama Garjitawati.
Hotel Jogja (sekarang Garuda) (1941)
Ngejaman (1957)
Malioboro (1936) dan (1949)
Kedaton Plered (1928)
Museum Sana Budaya (1939)
Pasar Beringharjo (1910)
Toko Oen (1936)
Gedung Agung (1939)
Gedung DPRD (1950)
Jl. KH Ahmad Dahlan (1930)
Gedung Societet (1941)
Gereja Kotabaru (1937)
Jl. Senopati (1895)
Jl. Surotomo (1895)
Kampung Djogonegaran (1920)
Tugu Jogja (1928)
Gondolayu (1937)
Sekolah untuk bangsa Jawa

Susteran (1935)

9 komentar:

  1. wah bagus nii.. kebeneran nii.. q mo ad lomba blog sejarah minta bntuanny ya kak...:) heheh

    visit in http://whatevercoool.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. keren gan,, ahli sejarah,, wwkwkkw
    janga lupa follow back ya,
    aq udh follow

    BalasHapus
  3. Wah,tempo doeloe juga ni... hehehe...berkunjung dsini,dateng lagi ya di http://sejarahpaser.blogspot.com

    BalasHapus
  4. bleh copas gg kaka ? q sngat perlu artikel inni ..:)

    BalasHapus